Kata desain
memiliki pengertian yang
sangat luas. Herbert
Simon mengatakan bahwa design is the transformation
of existing conditions into preferred
ones yang artinya desain adalah sebuah proses transformasi dari
kondisi yang dialami sekarang menjadi kondisi yang diinginkan.[1]
Sejak jaman
prasejarah manusia sudah
melakukan kegiatan desain
atau mendesain. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penemuan
barang-barang purba seperti kapak batu, peralatan memasak dan berburu yang
menunjukkan bahwa manusia jaman purba sudah
mengenal kegiatan mendesain,
mengubah barang yang
ada (batu) menjadi
barang yang berguna (kapak batu).
Desain
kemudian semakin terus berkembang setelah abad pencerahan (Renaisance)
dan Revolusi Industri dengan ditemukannya teknologi-teknologi baru. Di era
Revolusi Industri, manusia telah menemukan
mesin cetak huruf
yang kemudian desain
mulai menemukan media baru.
Berbagai macam jenis dan gaya mulai bermunculan seiring dengan penemuan- penemuan
teknologi. Ditemukannya mesin litografi oleh Alois Senefelder membuat desainer
bisa mendapatkan gambar-gambar
cetak seperti saat
ini. Tumbuhnya sistem
ekonomi kapitalis pada masa
revolusi Industri membuat desain berkembang keranah industrialisasi.
Di Indonesia
perkembangan desain diawali
dengan terbentuknya Design
Center oleh Fakultas
Perencanaan dan Sipil ITB tahun 1968 yang pada waktu itu diperkenalkan dalam
Expo 70 di Osaka Jepang. Dari paparan diatas
saya dapat menyimpulkan
bahwa revolusi industri
dan penemuan- penemuan teknologinya
membantu perkembangan desain
dalam menemukan media
baru.
Dapat dikatakan
bahwa perkembangan teknologi
dan media juga
akan membuat desain semakin berkembang.
Pada era tahun
90-an kita melihat
iklan dari koran,
majalah, dan televisi namun sekarang kita bisa melihat
tayangan iklan kemanapun kita pergi. Billboard,
iklan dalam bentuk sms, iklan di media online, iklan dalam video online. Media
dan desain adalah sebuah kesatuan
yang tidak bisa
dipisahkan. Desain butuh
media sebagai penvisualisasiannya dan
setiap kemunculan media
pasti melalui proses
desain terlebih dahulu.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
Konsep Desain Grafis?
2.
Apa saja Prinsip –
prinsip Desain Grafis dalam Komunikasi Islam?
3.
Apa saja Aplikasi
Desain Grafis untuk Pembuatan Materi Dakwah?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui Bagaimana Konsep Desain Grafis.
2.
Mengetahui Apa saja Prinsip – prinsip Desain Grafis dalam Komunikasi Islam.
3.
Mengetahui Apa saja Aplikasi Desain Grafis untuk Pembuatan Materi Dakwah.
A.
Konsep Desain Grafis
Desain grafis atau Graphic Design, Kata grafis
menurut etimologi adalah berasal dari kata graphic (bahasa Inggris) yang
berasal dari bahasa Latin graphē (yang diadopsi kata Yunani graphos),
yang berarti menulis, menggores atau menggambar diatas batu. Istilah desain
sendiri secara etimologi berasal dari beberapa serapan bahasa yang diambil dari
bahasa Itali yaitu “Designo” yang secara gramatikal berarti gambar.
Kata desain memiliki arti yaitu sebuah proses atau
perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang.
Sedangkan grafis sendiri memiliki arti yaitu titik atau garis yang berhubungan
dengan cetak mencetak. Desain grafis juga sebuah karya estetika yang diolah
dari proses proses komunikasi komunikasi menggunakan menggunakan
elemen visual (tipografi, (tipografi, fotografi, dan ilustrasi) untuk
menyampaikan pesan atau informasi secara efektif. Para desainer grafis bekerja
mengkombinasikan simbol, gambar, dan teks berdasarkan berdasarkan
kreativitas desain hingga perancangan perancangan ilmu grafis. Adapun teknik
yang digunakan dalam desain grafis yaitu teknik tipografi, seni rupa, dan tata
letak (layout). [2]
Pada mulanya desain grafis sering digunakan secara
umum untuk keperluan perusahaan seperti logo dan merek, desain editorial
(surat kabar, buku, majalah), majalah), periklanan, periklanan, desain
lingkungan, lingkungan, desain web, desain komunikasi, hingga desain kemasan
produk (packaging).
Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin maju dan
membawa arus desain grafis menjadi populer di segala bidang. Contohnya sosial
media yang semakin populer dengan sentuhan warna dan konsep yang lebih modern.
Desainer dengan ragam kreativitasnya menemukan jalan dalam mengolah
mengolah aplikasikan aplikasikan karya sesuai kebutuhan, kebutuhan, di
antaranya antaranya konten Instagram, ilustrasi video, desain promosi produk,
periklanan, hingga merambah ke konten lainnya.
Desain grafis menjadi sangat penting dalam menunjang
kebutuhan tren dunia digital yang terus berkembang.[3]
Kunci utama yang menjadi dukungan pada desain grafis yaitu semakin banyaknya
ide serta mengikuti tren teknologi editing yang terus berkembang. Desain grafis
telah menjadi penyambung pesan secara visual bagi penyambung pesan
secara visual bagi para audiens. para audiens. Bahkan akhir-akhir ini Bahkan
akhir-akhir ini desain grafis menjadi commercial art karena
visualisasinya membantu para pebisnis pebisnis dalam meningkatkan
meningkatkan nilai jual. Terdapat beberapa beberapa pengertian pengertian
desain grafis menurut para ahli yaitu:
1.
Menurut Suyanto, "Aplikasi dari
keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri".
2.
Danton Sihombing, "Mempekerjakan berbagai
elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat
tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ilustrasi".
3.
Warren, “Suatu terjemahan dari ide dan tempat
dalam beberapa jenis urutan struktural dan visual.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual
yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan.
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk
tipografi, pengolahan gambar, dan page layout. Desainer grafis menata
tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang
efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang
membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual
terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan
pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.
B.
Prinsip – prinsip Desain Grafis dalam Komunikasi Islam
1.
Kebenaran dan Kejujuran
a.
Pesan yang Akurat: Setiap desain harus benar-benar
menyampaikan pesan yang sesuai dengan ajaran Islam. Misalnya, dalam desain
poster tentang shalat, semua informasi tentang waktu shalat dan tata caranya
harus benar dan sesuai dengan sumber yang terpercaya.[4]
b.
Hindari Manipulasi: Desain tidak boleh digunakan
untuk menyesatkan atau memanipulasi orang lain. Contohnya, jangan menggunakan
gambar yang tidak sesuai dengan realita untuk menggambarkan suatu konsep dalam
Islam.
2.
Kesucian dan Kemurnian
a.
Pilihan Warna: Warna-warna yang dipilih
sebaiknya memiliki makna simbolis yang positif dalam Islam. Misalnya, warna
hijau sering dikaitkan dengan surga dan ketenangan, sehingga cocok digunakan
untuk desain yang bertemakan alam atau keindahan ciptaan Allah.
b.
Gambar dan Ilustrasi: Gambar dan ilustrasi harus
berkelas, sopan, dan tidak vulgar. Hindari gambar yang terlalu menonjolkan
unsur-unsur fisik atau sensual. Contohnya, dalam desain yang bertemakan Nabi
Muhammad SAW, sebaiknya menggunakan gambar yang menggambarkan beliau dengan
wajah yang tidak terlihat.
3.
Kesederhanaan
a.
Tampilan Desain: Desain yang baik adalah desain
yang sederhana dan mudah dipahami. Hindari penggunaan terlalu banyak efek atau
animasi yang berlebihan. Contohnya, desain logo masjid yang sederhana dengan
kaligrafi yang jelas akan lebih mudah diingat.
b.
Pesan yang Jelas: Pesan yang disampaikan harus
jelas dan langsung ke sasaran. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu panjang
atau berbelit-belit. Contohnya, dalam poster dakwah, tuliskan pesan utama
dengan kalimat yang singkat dan mudah dipahami.
4.
Keadilan
a.
Representasi: Desain harus menghindari
diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Contohnya, dalam desain yang
menggambarkan umat Islam, tunjukkan keberagaman suku, ras, dan budaya yang ada
dalam Islam.
b.
Perspektif: Desain harus mempertimbangkan
berbagai perspektif. Contohnya, dalam desain yang membahas tentang jilbab,
jangan hanya menampilkan satu sudut pandang, tetapi juga sudut pandang yang
berbeda-beda.[5]
5.
Kebaikan
a.
Tujuan Desain: Setiap desain harus memiliki
tujuan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya, desain poster yang
mengajak orang untuk berdonasi untuk korban bencana.
b.
Inspirasi: Desain harus mampu menginspirasi dan
memotivasi orang untuk berbuat baik. Contohnya, desain yang menampilkan
kisah-kisah inspiratif tentang para sahabat Nabi.
6.
Keseimbangan
a.
Elemen Desain: Semua elemen desain harus
seimbang dan harmonis. Contohnya, dalam desain poster, ukuran teks dan gambar
harus seimbang agar tidak ada yang terlalu menonjol.
b.
Pesan: Pesan yang disampaikan harus seimbang
antara aspek rasional dan emosional. Contohnya, dalam desain yang membahas
tentang akhirat, selain menyampaikan fakta-fakta tentang akhirat, juga harus
disertai dengan pesan yang menyentuh hati agar orang termotivasi untuk
beribadah.
C.
Aplikasi Desain Grafis untuk Pembuatan Materi Dakwah
1.
Canva
Canva menawarkan banyak template yang sudah dirancang khusus
untuk berbagai keperluan, termasuk desain poster dakwah, infografis, story
Instagram, dan lainnya. Bisa dengan mudah menyesuaikan warna, font, dan gambar
sesuai dengan tema dakwahmu.[6]
Fitur Unggulan yang ada di Aplikasi Canva yaitu :
a.
Kumpulan Template: Tersedia ribuan template
yang bisa dipilih dan sesuaikan, template ada yang berbayar (pro) dan
ada yang gratis.
b.
Elemen Desain: Banyak pilihan elemen desain
seperti bentuk, garis, dan ilustrasi yang bisa ditambahkan.
c.
Font: Tersedia berbagai jenis font
yang menarik dan mudah dibaca.
d.
Kolaborasi: bisa bekerja sama dengan tim dalam
membuat ]desain.
Contoh penggunaannya yaitu seperti membuat poster ajakan
sholat Jumat dengan desain yang minimalis dan modern, membuat infografis
tentang pentingnya sedekah dengan visual yang menarik, dan mendesain cover
untuk buku atau majalah Islam.
2.
Adobe Photoshop
Photoshop adalah aplikasi yang sangat powerful untuk
manipulasi gambar dan desain grafis. bisa membuat desain yang sangat detail dan
kompleks. Fitur unggulan di Aplikasi Adobe Photoshop seperti :
a.
Editing Foto: bisa mengedit foto dengan sangat
detail, seperti menghilangkan objek yang tidak diinginkan atau mengganti latar
belakang.
b.
Ilustrasi: bisa membuat ilustrasi yang sangat
realistis atau abstrak.
c.
Retouching: bisa memperbaiki kualitas
gambar yang kurang baik.
Contoh penggunaannya seperti membuat desain logo masjid yang
unik dan professional, membuat poster dengan efek-efek khusus yang menarik, dan
mendesain cover buku dengan ilustrasi yang indah.
3.
Adobe Illustrator
Illustrator sangat cocok untuk membuat desain vektor yang
bisa diperbesar tanpa kehilangan kualitas. Desain vektor sangat ideal untuk
logo, ilustrasi, dan desain yang membutuhkan skalabilitas tinggi. Fitur unggulan:
a.
Desain Vektor: bisa membuat desain yang terdiri
dari garis dan bentuk yang bisa diedit secara individual.
b.
Typography: Bisa membuat desain tipografi
yang sangat kreatif dan unik.
c.
Pattern: Bisa membuat pola yang bisa
diulang-ulang.
Contoh Penggunaannya seperti membuat logo organisasi dakwah
dengan desain yang minimalis dan elegan, membuat ilustrasi kaligrafi yang indah,
mendesain stiker atau pin dengan desain yang unik.
4.
CorelDRAW
CorelDRAW adalah alternatif yang bagus untuk Adobe
Illustrator. Aplikasi ini juga sangat populer untuk desain grafis dan
ilustrasi. Fitur unggulan:
a.
Desain Vektor: Sama seperti Illustrator, CorelDRAW
juga mendukung desain vektor.
b.
PhotoPaint: Fitur ini untuk mengedit foto
dengan sangat baik.
c.
Web Graphics: Bisa membuat desain untuk
web seperti banner dan button.
Contoh penggunaannya seperti membuat desain brosur untuk
acara pengajian, mendesain kartu ucapan selamat hari raya, membuat desain kemasan
produk.
5.
Inkscape
Inkscape adalah aplikasi open source yang
gratis dan memiliki fitur yang cukup lengkap untuk desain vektor.[7]
Fitur unggulan:
a.
Desain Vektor: Inkscape sangat cocok
untuk membuat desain vektor yang berkualitas.
b.
Kustomisasi: bisa menyesuaikan tampilan dan
fitur Inkscape sesuai dengan keinginanmu.
Contoh penggunaannya adalah membuat desain logo untuk
komunitas muslim, membuat ilustrasi untuk buku cerita anak, mendesain stiker
untuk kampanye sosial.
Makalah Desain Grafis membuat penulis dan pembaca
dapat mendalami tentang desain grafis dan memperluas pengetahuannya tentang
bidang ini. Karena Desain grafis ini menggabungkan elemen visual untuk mengkomunikasikan
pesan secara efektif. Komposisi visual, pemilihan warna, dan tipografi adalah
beberapa aspek utama yang harus diperhatikan dalam desain grafis.
Dalam era digital, desain grafis menjadi semakin
penting dan berperan dalam berbagai industri. Desain Grafis juga
sering digunakan secara umum untuk keperluan perusahaan perusahaan
seperti seperti logo dan merek, desain editorial editorial (surat kabar, buku,
majalah), periklanan, desain lingkungan, desain web, desain komunikasi, hingga
desain kemasan produk (packaging). Prinsip Desain
Grafis dalam komunikasi islam yaitu kebenaran, kesucian, keseimbangan,
keadilan, kebaikan, dan kesederhanaam, Adapun aplikasi desain grafis dalam
pembuatan konten dakwah yaitu canva, adobe photoshop, adobe illustrator,
coreldraw, dan inkscape.
B.
Saran
Pembahasan
tentang desain grafis
dibutuhkan sudut pandang
yang menyeluruh, sehingga semakin banyaklah
tema yang diangkat
dan dikemas pada
kategori-katagori yang berbeda. Pengungkapan fakta-fakta
lainnya yang berhubungan dengan desain
grafis dapat digunakan sebagai
pelengkap dan akan semakin menambah wawasan yang selama ini belum terungkap.
Tentunya bagi para pelaku yang terjun di dunia desain grafis semakin
memacu untuk lebih banyak berkontribusi
dan memberikan informasi
tentang desain grafis
melalui mediamedia yang beragam.
[1]
Lia Anggraini dan Nathalia Kirana, Desain Komunikasi Visual Dasar-Dasar Panduan
untuk Pemula (Bandung: Nuansa Cendikia, 2014), hlm. 8
[2]
Andreas James Leonardo Adi Dharma Widya, Pengantar Desain Grafis
(Jakarta: Kemendikbud, 2016), hlm.32
[3]
Pujiriyanto, Desain Grafis Komputer (Teori Grafis Komputer)
(Yogyakarta: C.V. Andi Offset, 2005), hlm. 44-47
[4]
Muhammad Sulthon, Desain Ilmu Dakwah (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2003), hlm. 87
[5]
Rakhmat Supriyono, Desain Komunikasi Visual: Teori dan Aplikasi
(Yogyakarta: Penerbit Andi, 2010), hlm. 11-15
[6]
Syarifudin, Paradigma Teori Desain Grafis (Ambon: IAIN Ambon Press,
2011), hlm. 21-25
[7]
PKS Bogor, “Desain Grafis untuk Dakwah Strategis,” Official Website PKS Bogor,
[URL yang tidak valid dihapus]
(diakses pada 12 Maret 2017).






.jpeg)
mantap..
BalasHapus